Bayu Daily Bayu Daily Author
Title: Serumah Bersama Mertua, Kenapa Masalah ?
Author: Bayu Daily
Rating 5 of 5 Des:
Serumah Bersama Mertua, Kenapa Masalah? - Halo sobat Bayu Daily Blog. Terima kasih sudah berkunjung. Kuliah online Majelis Keluarga Ind...
Serumah Bersama Mertua, Kenapa Masalah? - Halo sobat Bayu Daily Blog. Terima kasih sudah berkunjung.

Kuliah online Majelis Keluarga Indonesia (MKI): Serumah bersama mertua, kenapa masalah ?
Kuliah Online Majelis Keluarga Indonesia (MKI)
Ilustrasi
Seorang istri mendatangi konsultan. Suaminya baik. Tapi masalah kerap timbul di dalam rumah cintanya. Sebabnya, ibu dari suaminya hidup satu rumah dengannya.

Katanya, ada saja yang jadi masalah. Mulai privasi, hal remeh, hingga suatu hal prinsip baginya tetapi dianggap remeh oleh suami dan ibunya.

Ia semakin tertekan ketika dalam banyak kasus, sang suami terkesan tak adil. Akunya, sang suami selalu memihak kepada ibunya dan tak pernah memperhatikan perasaannya sebagai istri. 

Mertua sejatinya sama dengan suami, istri, anak, atau tetangga dalam hal ujian. Mereka bisa menjadi sebab masalah, bisa pula menjadi solusi. 

Maka tak ada kata lain kecuali bijak dalam menyikapi. Agar mertua menjadi anugerah, bukan prahara. 

Soal mertua ini, Nabi Muhammad yang mulia telah memberikan sebaik-baik jalan. 

Jika di antara kita hanya memiliki satu atau paling banyak empat mertua, bukankah Nabi memiliki jumlah mertua sebanyak jumlah istri-istrinya?

Maka tak ada cara lain. Jika ingin berlaku baik kepada mertua, belajarlah dari Nabi. Bukankah Nabi bersikap sangat baik kepada Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khathab yang merupakan bapak mertua? 

Bukankah Nabi sebagai mertua juga bersikap mengesankan kepada 'Utsman bin 'Affan dan 'Ali bin Abi Thalib yang merupakan menantunya? Bahkan, 'Utsman dua kali menjadi menantu Nabi karena dinikahkan dengan Ummu Kultsum dan Ruqoyyah binti Muhammad? 

Mertua Serumah Bukan Masalah

Selain kelapangan hati dan kejernihan ruhani, tentu dibutuhkan ilmu agar kehadiran mertua menjadi anugerah di rumah kita. Jika tak ada hati, nurani, dan ilmu, jangan heran jika hadirnya adalah prahara. Na'udzubillah.

1. Mertuamu Orangtuamu

Jangan hanya diingat. Tanamkan dalam hati terdalam. Setelah menikah, tak ada yang mengganti orang tua. Menikah adalah menambah jumlah orang tua dan keluarga.

Sebagaimana surgamu yang ada di telapak kaki ibu dan ayah, maka di telapak kaki ayah dan mertuamu pula letak surgamu.

2. Komunikasi Agar Serasi

Idealnya beda rumah. Tapi jika belum mampu, teruslah berupaya dan melangitkan doa. 

Jika serumah, buat batas yang jelas. Sebab antara dirimu dan mertuamu ada aurat yang harus dijaga. Begitu pula dalam hubungan suami istri, banyak hal yang tak boleh dilihat oleh mertua.

Maka komunikasikan. Ceritakan batas-batasnya. Lalu berkomitmenlah untuk menjaga bersama. 

3. Adil Dekatkan kepada Taqwa

Bukan hanya suami, semua harus bersikap adil. Adil bukan sama rata, tetapi sesuai dengan porsinya masing-masing. 

Pahami hak dan kewajiban. Jangan lewati batas. Taat kepada pemimpin. Pemimpin pun harus adil.

4. Tautkan Hati

Agendakan hadiri taklim bersama. Agendakan mengaji di rumah bersama. Agendakan jalan bersama. Agendakan makan bersama. 

Dengan bersama dalam kebaikan, insya Allah akan makin mudah menautkan hati.

5. Tak Ada yang Lebih Ampuh dari Doa

Sudahlah, semua upaya hanyalah upaya. Tak ada yang punya kuasa kecuali Allah Ta'ala.

Lepas ikhtiar, pasrahkan semua pada-Nya. Doakan pasangan, ibu-ayah, mertua, anak-anak, juga ummat Muslim dan ummat manusia secara umum.

Doakan mereka saat sujud. Doakan selepas shalat Fardhu. Doakan dalam Tahajjud. 

Doalah selalu, agar tak hanya keluarga di dunia tetapi juga keluarga di surga.

Mertua, sekali lagi, adalah orang tuamu. Ia bukanlah prahara, tetapi anugerah yang dihadirkan untuk mengundang anugerah-anugerah lainnya. 

Jika anugerah itu disikapi sebagai prahara, pasti ada yang salah dengan dirimu.

@pirmanbahagia
_________________

KULIAH ONLINE MAJELIS KELUARGA INDONESIA (MKI)

­čö╣Klik link nya:
https://t.me/MajelisKeluargaIndonesia

­čö╣KELAS KHUSUS  Whatsapp Grup bersama Babeh Haikal Hassan
Hubungi: @seloruwandanu

­čö╣instagram: @haikalhassan_quote

­čö╣Donasi untuk Rumah Tahfidz Yatim dan kegiatan dakwah MKI di Bank Muamalat No rek 3010187415 (kode: 147) a/n Ahmad Haikal Hasan.

Demikian, semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua. Salam.

About Author

Advertisement

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar sobat disini! Berkaitan dengan artikel diatas ya. Terima kasih

 
Top