Toyota Bali

Saturday, October 20, 2018

Mainan Terpopuler, Lego! Dimainkan Bang Rasyiid

Lego, Mainan Terpopuler Anak-Anak - Halo sobat Bayu Daily. Terima kasih sudah berkunjung. Bermain merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi anak-anak, tak terkecuali Bang Rasyiid, putar sulung saya yang gemar bermain sambil belajar.

Adalah Lego jenis mainan bongkahan yang terkenal di dunia anak khususnya. Lego adalah mainan sekaligus sarana pendukung bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan segala aspek kecerdasan. Permainan edukatif ini mengasah kemampuan anak untuk lebih kreatif.
Mainan Lego
Bang Rasyiid Bermain Lego
  • Sejarah Lego
Mainan berbentuk balok sederhana sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tapi butuh orang sejenius Ole Kirk Christiansen pada abad ke-20 untuk menciptakan bentuk balok yang sekarang kita kenal dengan nama balok LEGO.

Kisahnya dimulai pada tahun 1932 di Desa Billund, Denmark, jauh sebelum LEGO dikenal sebagai sebuah merek mainan. Ole yang merupakan seorang tukang kayu membuka toko bahan bangunan dan bengkel kayu bersama anaknya Godtfred yang saat itu baru berusia 12 tahun.
Dikutip dari Mental Floss, mereka memproduksi tangga, papan setrika hingga mainan kayu. Baru pada tahun 1934, mereka memakai nama LEGO untuk perusahaannya. LEGO diambil dari bahasa Denmark, leg godt yang berarti bermain dengan baik.

Perusahaan itu tumbuh dari hanya enam karyawan pada tahun 1934 menjadi 40 karyawan pada tahun 1942. LEGO juga cukup progresif, dan menjadi perusahaan pertama yang menggunakan bahan dan teknologi terbaru. Bahkan, LEGO menjadi perusahaan Denmark pertama yang memiliki mesin injeksi plastik.
Pada 1947, Ole mengadopsi ide membuat mainan Inggris dengan desain Kiddicraft Self-Locking Building Bricks. Namun dua tahun kemudian, mereka mulai memproduksi versi mereka sendiri, di mana balok diciptakan dengan model pasak di bagian atas dan lubang berongga di bagian bawah, yang memungkinkan mainan bisa dipasang dengan menciptakan struktur yang rumit, yang tidak pernah mungkin bisa dilakukan oleh balok kayu sederhana.

Ini menjadi cikal bakal balok LEGO saat ini. Sayangnya, dunia belum siap untuk mainan plastik pada saat itu, sehingga penjualan mainan LEGO plastik di awal 50-an biasa-biasa saja. Sayangnya pada 1958, Ole meninggal dunia karena serangan jantung di usia 66 tahun, sehingga tidak bisa melihat kejayaan perusahaannya.
Perusahaan diambil alih oleh putranya dan pada tahun yan sama, balok tersebut disempurnakan dengan silinder berlubang di bagian bawah yang membuat cengkramannya makin kuat. Namun pada tahun 1960, pabriknya terbakar sehingga LEGO akhirnya fokus memproduksi mainan plastik dan meninggalkan mainan kayu.

Pada tahun 1962, roda LEGO pertama diciptakan untuk membangun kendaraan dari balok LEGO. Setelah itu, juga diproduksi Sistem Kereta Api Lego hingga membuka Taman Legoland pertama di Billund pada Juni 1968. Hingga kini, mainan LEGO menjadi salah satu mainan paling populer di dunia, dengan beragam seri dan versi yang modern dengan harga termahal mencapai puluhan juta rupiah.

  • Manfaat Main Lego bagi Otak Anak
Ternyata bermain lego tidak hanya sekedar menyusun balok saja loh sobat, namun banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Permainan lego dapat membantu perkembangan psikomotor, kognitif dan juga kemampuan sosial anak. Berikut adalah manfaat bermain lego bagi tumbuh kembang anak

  1. Motorik Halus
Saat anak bermain lego, anak akan banyak mengambil, mengangkat, menekan hingga merekatkan satu persatu balok lego. Hal ini akan membantu anak untuk mengembangkan motorik halus khususnya pada jari tangan. Otot-otot kecil yang kuat akan terbentuk di jari tangan yang dapat membantu anak untuk melakukan keterampilan lainnya, seperti belajar menulis, menggambar, dll.

  1. Konsep Matematika
Bentuk, ukuran, jumlah, hingga konsep penjumlahan maupun pengurangan dapat dipelajari lewat permainan lego. Disaat kita memberikan jumlah balok yang sedikit kepada anak untuk menyelesaikan bangunannya, anak akan belajar untuk menghitungnya. Secara perlahan mereka mulai mengerti bahwa masing-masing balok memiliki nilai.

  1. Kreativitas dan problem solving
Lego memiliki banyak warna, bentuk, ukuran, hingga beragam figur orang. Anak bisa menyusun lego menjadi suatu bangunan sesuai dengan instruksi yang ada, ataupun membuat bangunan sendiri dengan ditambahi berbagai macam figur sesuai dengan imajinasi yang mereka pikirkan. Hal ini akan membantu akan untuk lebih mengeksplor imajinasi dan kreativitas anak. Apabila ternyata anak mengalami kesulitan saat sedang menyusun hasil karyanya, anak dapat belajar mandiri untuk mencari cara menyelesaikan masalahnya.

  1. Social Skill
Bermain lego secara kelompok bersama adik, kakak, orangtua, maupun teman tentunya akan lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Dengan main lego bersama-sama, tiap anggota kelompok akan berdiskusi tentang strategi membangun lego, mulai dari bangunan apa yang akan dibuat, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, hingga peran dari masing-masing setiap anggota. Hal ini akan membantu anak untuk belajar kerjasama, berinteraksi, diskusi, sharing, mengemukakan ide, dan belajar menghargai ide orang lain yang tentunya dapat lebih mempersiapkan diri anak saat bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.

  1. Sikap gigih
Bermain lego terkadang membuat frustasi. Disaat bangunan yang disusun hampir jadi, tiba-tiba hanya karena tersenggol dikit bangunan jadi jatuh. Tentunya ini akan membuat anak menjadi sedih dan kecewa, hasil karya yang sudah mereka buat menjadi rusak dan gagal. Namun, permainan ini memberikan kesempatan pada anak untuk selalu bisa mencoba hal baru karena anak dapat menyusunnya kembali menjadi suatu bangunan sesuai keinginan mereka. Hal ini dapat mengajarkan kepada anak sikap pantang menyerah, gigih dan selalu berusaha tanpa perlu merasa takut gagal.

  1. Percaya Diri
Mengambil satu persatu-satu balok hingga berhasil menyusunnya menjadi suatu bangunan akan menjadi kepuasan tersendiri bagi anak. Disaat anak telah selesai menyusun lego kemudian memperlihatkannya kepada ayah bunda dan mendapatkan komentar yang positif, anak akan merasa bangga dengan hasil karyanya. Hal tersebut akan membuat anak merasa dihargai atas hasil karyanya dan tentunya dapat membawa dampak positif untuk mengembangkan rasa percaya diri anak.

Tak hanya sekedar bermain, ternyata banyak manfaat yang diperoleh dari mainan lego. Buat sobat yang ingin membeli mainan untuk anak, adik ataupun keponakannya, mainan lego bisa menjadi pilihan. Banyak jenis dan bentuk lego yang dijual dipasaran. Yang pasti pilih jenis lego yang sesuai dengan umur anak ya.

Baiklah sekian dulu artikel sederhana ini, semoga bermanfaat. Salam


Sumber:
viva.co.id / klikpsikolog.com / diakses 20 Oktober 2018

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar sobat disini! Berkaitan dengan artikel diatas ya. Terima kasih